PERAN SUNNAH DALAM MELESTARIKAN
LINGKUNGAN HIDUP
Oleh:
Abdul Aziz, SKM
Bencana yang seringkali terjadi di muka bumi adalah
akibat perbuatan manusia itu sendiri. Allah berfirman yang artinya:
“telah Nampak kerusakan di darat dan di laut sebab karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka segagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (A-Run:41).
As Sa’di berkata dalam tafsirnya: “Allah memberitahukan bahwa kerusakan yang terjadi di darat dan lautan adalah akibat dari tangan-tangan manusia sendiri karena melakukan perbuatan-perbuatan yang merusak. Perbuatan tersebut berakibat pada rusaknya kehidupan mereka, timbulnya bencana, adanya penyakit dan wabah, dsb. Oleh karena itu, allah timpakan kepada umat manusia sebagian dari apa yang telah mereka perbuat, agar mereka tahu bahwa Allah pasti akan mengganjar perbuatan-perbuatan mereka, dan menyegerakan azab mereka, sebagai contoh dari bentuk-bentuk ganjaran dalam kehidupan dunia. Itu semua dilakukan Allah agar manusia kembali kepada jalan yang benar.
Diantara bentuk bencana tersebut pada saat ini sudah banyak kita jumpai. Kebakaran hutan, tanah longsor, baniir yang terjadi dmanamana, pencemaran udara yang berakibat pada efek rumah kaca, pencemaran air yang berdampak pada menurunnya kualitas air bersih, dan masih banyak lagi lainnya. Ini adalah krisis global yang diakibatkan oleh tangan-tangan manusia itu sendiri.
Islam telah mengajrkan kepada umatnya untuk mencintai dan melestarikan lingkungan sekitar. Dan islam tidak hanya menjadikannya sebagai bentuk simpati kepada lingkungan, tetapi lebih dari itu, Islam bahkan menjanjikan pahala bagi orang yang mengamalkannya. Diantaranya adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin malik R.A, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang muslim menanam sebuah pohon, tidak pula menanam sebuah tanaman, kemudian dimakan seekor burung, atau seorang manusia atau binatang ternak, kecuali menjadi sedekah baginya.” (HR. Al-Bukhari-Muslim)
Dalam hadits lain yang dirwayatkan oleh jabir bi Abdullah R.A Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang muslim yang menanam sebuah pohon kemudian dimakan oleh seorang manusia, seekor binatang melata atau seekor burung, kecuali itu menjadi sedekah baginya hingga hari kiamat.” (HR. Muslim).
Dan masih ada hadis lain yang semakna yang driwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Syaikh Salim bin led al Hilaly dalam kitab “Bahjatun Naadhiriin” mengambil pelajaran dari hadits ini, diantaranya adalah:
1. Adanya anjuran untuk menanam pepohonan dan tanaman lainnya, serta keutamaan mengolah bumi. Dan hal ini termasuk amalan yang tidak terputus dengan kematian pelakunya.
2. Adanya perintah untuk berusaha memberikan manfaat kepada makhluk-makhluk Allah swt dan memudahkan serta memenuhi seluruh kebutuhan mereka.
Seorang muslim akan diseri pahala atas hartanya yang dicuri, atau dirampas, atau dirusak, dengan syarat dia tetapbersabar dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah.
Adapun syaikh Ibnu Utsaimin dalam kitab “Syarah Riyaadlus sholihiin” berkata: “hadits ini memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menanam pepohonan dan tanaman, karena perbuatan ini banyak sekali kebaikannya, di dalamnya terkandung maslahat agama dan dunia. Adapun maslahat dunia, yaitu ketika tanaman dan pepohonan tumbuh, maka maslahatnya tidak hanya kembali pada yang menanam, tetapi juga kepada penduduk di sekitarnya. Adapun maslahat agama, yaitu jika tanaman dan pepohonan tersebut dimakan oleh binatang atau lainnya, walau sebiji, maka itu akan menjadi sedekah baginya.”
Oleh karena itu, sudah sepatutnya jika kaum muslimin berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan sebagaiman firman Allah yang artinya
“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebajikan,” (QS. Al-Baqarah:148, dan Al-Maidah:48)
Sudah selayaknya kaum muslimin menjadi yang terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Di saat beberapa gelintir orang serakah dengan melakukan pembalakan liar, beberapa orang melakukan penebangan hutan, maka kaum muslimin tetap teguh dalam pendiriannya menanam tanaman atau pepohonan untuk menyelamatkan lingkungan hidup sekitar. Bukan hanya untuk dirinya yang mendapat pahala, tetapi lebih jauh dari itu yaitu menyelamatkan dirinya dan orang lain dari bencana yang senantiasa mendekat kepada orang-orang yang berbuat aniaya.
Beberapa kejadian bencana alam yang terjadi dimuka bumi ini menunjukkan peran penanaman tanaman dan pepohoan sangat penting, seperti longsor yang terjadi di beberapa tempat adalah karena berubahnya fungsi lahan sehingga pepohonan yang ada tidak dapat menjadi penyangga ketika hujan terjadi. Peningkatan kuantitas gas karbon (C) di atmosfer, yang tidak saja diakibatkan oleh banyaknya produksi gas karbon, tetapi juga akibat perbuatan manusia yang tidak memberikan ruang terbuka hijau di daerah perkotaan dan banyaknya penebangan di hutan.
Inilah saatnya kaum muslimin menjadi pecinta lingkungan. Memulai dari lingkungan sekitar dengan menyediakan lahan untuk tanaman dan pepohonan. Tidak sepatutnya kaum muslimin menyandarkan penyelesaian masalah ini kepada pemerintah semata tanpa ada usaha mandiri. Sesuatu yang besar tidak dimulai dari yang besar, tetapi dimulai dari yang kecil.
Komentar
Posting Komentar